Dear Friends,
Berikut ini adalah kisah perjalanan kelompok kecil dBluzz ke Bromo- Ranupane
sabtu sampai senin yang lalu.
kita berangkat sabtu siang (7 Maret) 5 orang yang diangkut dalam satu mobil
inova (3 sepeda dibagasi belakang, 2 sepeda dirak belakang dan ban ditaruh di
rak atas). ... pesertanya adalah: saya, pak Roy, pak Yusuf, Reddy dan Fanny,
...berangkat dengan tujuan ke bromo via Tongas
rombongan kedua pak Rahmat dan pak Rudi rencananya mau nyusul subuh, tapi
karena ada halangan .... terpaksa batal, ... perjalanan terganggu macet di
porong hingga nyampai di Cemoro lawang jam 20:00 malam, ... nginap
di home stay karena hotel pada penuh
EtapeI, Cemoro Lawang - Tangga Bromo, 3 km, turunan beton, lautan pasir, 100
m turun
Minggu pagi jam 5:00 kita sudah bangun, .. sarapan bubur havermooth, roti dan
telur setengah matang, .. preparasi sepeda dan start gowes jam 6:00
sebelum berangkat kita nampang di depan hotel Lava View di ketinggian 2230 mdpl
dari Cemoro lawang kita turun dengan kemiringan 10% (sangat curam) dijalanan
paving beton cor, sampai kedasar kaldera di ketinggian 2100 mdpl, ... medan
setelah ini berupa lautan pasir yang sangat berat untuk dikayuh menuju ke
tangga Bromo jarak sekitar 3 km tapi perlu waktu 30 menit perjalanan, .. sempat
mampir di Pure untuk berpose
Etape II, Tangga Bromo-Jemplang, 11 km, Lautan Pasir, Savana, naik jalanan
beton, 250 m naik
Perjalanan dilanjutkan melingkar kekiri gunung bromo melalui medan lautan pasir
yang sangat lembek dan berat untuk dikayuh, ... untung beberapa hari sebelumnya
turun hujan jadi pasir agak padat dan tidak begitu menyiksa, ... kita berlima
memilih jalan bekas serpihan lahar yang relatif padat seperti gambar dibawah
kira2 tengah perjalanan kita dapatkan medan savana yang relatif padat, ..
disini angin bertiup kencang karena melalui celah dua bukit, daerah ini
dinamakan "pasir berbisik" karena desiran angin seperti orang
berbisik, konon pernah dipakai setting untuk film Pasir Berbisik... gambar
dibawah akan bercerita tentang itu:
Setelah belok kekanan, ... kita dapatkan pemandangan yang menakjubkan, .. ada
bukit yang mirip film teletubbies, ... yah kira2 seperti foto dibawah ini walau
dalam kualitas foto yang rendah:
Sampai ke tepi kaldera jalanan naik berupa beton cor sepanjang 3 km dengan
kemiringan 8%, ... masih bisa di gowes tapi sudah tergolong tanjakan berat, ..
jam 9:00 rombongan sampai di Jemplang diketinggian 2350 mdpl (lebih cepat dari
rencana), dinamakan jemplang karena dulunya ditempat ini ada pintu gerbang
model diangkat keatas (dijemplang keatas) Etape III, Jemplang-Ranupane, 7 km, jalan aspal rusak, naik terjal 150 m,
turunan curam 400 m: Jemplang merupakan pertigaan kalau ke kanan kearah Tumpang (Malang), kalau
kekiri kearah Ranupane (Lumajang)
Setelah istirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan lagi masih naik dengat
kemiringan 10% jalanan paving yang rusak sampai ke Bentengan dipuncak tertinggi
(2500 mdpl), .. dinamakan bentengan karena mirip seperti benteng yang
menghubungkan dua bukit, .. wow dan dikiri kanannya adalah jurang yang dalam,
.. dari sini pemandangan kearah Bromo kelihatan indah sekali.... menjelang 5 km
terakhir hujam turun, ... kita keluarkan jas hujan, ... jalan turunan yang
curam dalam kondisi hujan dan dingin, ... turunan cukup panjang dengan beda
ketinggian 400 m, akhirnya jam 10:30 kita nyampai di desa Ranupane (2100 mdpl),
desa kecil dengan populasi 1200 orang, ... istirahat sebentar di balai desa,
dan akhirnya menghangatkan diri di pediangan satu2nya homestay milik mbah
Tasrif:
Setelah makan siang, kita istirahat sejenak, ... jam 15:00 hujan sudah reda dan
kita lanjutkan wisata ke danau Ranupane, ... dinamakan ranupane, ranu artinya
danau dan pane telinga, .. yah dari ketinggian danau ini bentuknya mirip
daun telinga ... dipinggir danau dibuat jalan paving, sangat cocok untuk trek
gowes:
Danaunya benar2 indah, .. coba lihat gambar dibawah ini:
Ada trek masuk kehutan kearah Ranuregola, yang ini benar2 danau ditengah hutan:
Etape IV, Ranupane-Cemorolawang, 17 km,
setelah istirahat dengan nyaman semalaman walau suhu mencapai 15 drajat celcius,
dipenginapan dapat 2 selimut lumayan hangat, .. pagi sekali kita
pesen Nasgorteng (nasi goreng ala Tengger) bikinan ibu Tasrif, .. sangat
nikmat, .. start gowes jam 7:00, ... lansung tanjakan 400m kita selesaikan
dalam 1.5 jam, .. istirahat sebentar di Jemplang, ... turun downhil dijalanan
beton "Luk Selawe", .... yah karena belokannya ada 25, ... kalo nggak
percaya boleh dihitung sendiri ..hehe.
satu jam kita lalui dimedan savana dan lautan pasir, dan terakhir tanjakan
paving menuju ke Cemoro lawang, .... jam 11:00 siang nyampai di Cemorolawang,
packing sepeda, ... dan sebelum balik ke Surabaya ... kita "Toas"
dulu sambil makan siang di restourant Yoschi (deket Bromo)
Perjalanan yang tidak bisa dilupakan, .... lebih dari yang kita perkirakan.
salam dBluzz
Budi PH